Kajian Isu
“ Dampak Pandemi
Terhadap Kehidupan Sosial
Masyarakat Gubuq
Lembem “
Instansi : Universitas Mataram
Anggota Pelaksana :
1. M. Ahleyani
2. Moh. Gilang Fawwaz Hamid
3. Mohamd Yogi Pratama Ramdhani
4. Muamar Omar Salahuddin
5. Muhammad Ammar Farhan
A. Latar Belakang Kajian
Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan peradaban kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat Gubuq Lembem. Perubahan tersebut terlihat dapat terlihat pada perubahan pola kehidupa masyarakat Gubuq Lembem. Begitu juga, akibat pandemi ini terjadi perubahan sosial yang terjadi di Desa Gubuq Mamben yang tidak direncanakan dan tidak dikehendaki oleh seluruh masyarakat karena menyebabkan disorganisasi disegala bidang kehidupan terutama pada bidang ekonomi dan kehidupan sosial. Pandemi covid-19 mengakibatkan perubahan kehidupan sosial yang tidak menentu. Sehingga berpengaruh pada kehidupan sosial masyarakat Desa Gubuq Mamben sebelum dan sesudah adanya covid-19.
B. Gambaran masyarakat desa Gubuq Membem
Gubug
Membe merupakan salah satu Desa yang ada di kecamatan Sekarbela yang ada di
Kota Mataram, NTB. Berbatasan dengan kecamatan Selaparang di sebelah utara,
Kecamatan Sekarbela di sebelah selatan dan Kecamatan Ampenan di sebelah barat,
dan Kecamatan Cakranegara di sebelah timur. Letaknya antara antara 05 ̊ 54’ dan
08 ̊ 04’ Lintang Selatan dan antara 117 ̊ 30’ ‐ 118 ̊ 30’ Bujur Timur. Luas
wilayah Kecamatan Mataram adalah 10, 76 Km2 yang terbagi dalam 9 (sembilan)
kelurahan. Kelurahan Pagesangan
merupakan kelurahan yang memiliki wilayah paling luas, yakni sekitar
18,22% dari luas wilayah kecamatan. Semua wilayah Mataram merupakan daerah
bukan pantai dengan rata‐rata curah hujannya 173,08 mm per bulan pada tahun
2016.
Masyarakat
Gubuq Membem biasanya berprofesi sebagai pedagang, pemotong sapi (jagal), toko
klontong.Kelurahan Pagesangan Barat terdiri dari : Lingkungan Bebidas,
Lingkungan Pagesangan Barat, Lingkungan Pagesangan Indah, Lingkungan Pagesangan
Baru, Lingkungan Pagesangan Selatan, Lingkungan Pagesangan Utara. Masyarakat Desa Gubuq Membem biasanya
berprofesi sebagai pemotong sapi, penjual toko klontong, ojek dan lain-lain.
Sebelum pandemi covid-19 masyarakat gubuq membem biasnaya beraktifitas dengan
biasa dan melakukan aktifivitas sedia kala.
Selama masa pandemi, perdagangan masyarakat Gubuq Membem mengalami perbedaan yang sangat jelas, banyak usaha yang terpaksa harus tutup karena mengalami kerugian, omset penjualan yang jauh menurun. sehingga ada yang cara penjualannya juga berubah menjadi online. Misalnya semula berjualan donat dipinggir jalan, Namun karena tidak boleh berjualan secara berkerumun. Sehingga masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang memilih menjual donatnya lewat online. Selama pandemi ini juga membuka peluang pekerjaan baru yaitu menjadi penjual masker dan pembuat masker.
Ada warga yang awalnya tukang jahit khusus permak baju mengalami sepi permintaan permak, padahal biasanya sebelum pandemi pesanan untuk permak jahitan tidak pernah putus bahkan harus antri. Menurutnya, di awal pandemi orang menjadi takut keluar rumah, jika tidak terlalu penting. Akibatnya, permintaan permak jahitan juga turun 80%, parahnya lagi jahitan yang sudah selesai dipermak tidak pernah diambil konsumennya selama masa pandemi. Akhirnya untuk mengatasi sepinya permintaan permak jahitan, akhirnya dia banting setir menjahit masker namun hanya berdasarkan pesanan. Menurutnya walau hasilnya tidak sebesar permak jahitan namun masih bisa menambah pendapatan keluarga. Apalagi suaminya tidak bekerja, di masa pandemi ini akhirnya suaminya mau turut membantu menjual hasil kebun walaupun tidak banyak.
Itulah salah satu dampak adanya Covid-19. Kondisi Masyarakat Gubuq Membem sebelum dan saat terjadinya Covid-19 memiliki perbedaan yang cukup banyak. Hal itu membuat masyarakat setempat berusaha mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah guna mengurangi kasus positif Covid-19.
D. Kondisi Masyarakat Setelah Vaksin
Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan
masyarakat Gubuq Membem, tetapi juga memengaruhi kondisi perekonomian,
pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Gubuq membem. Pandemi Covid-19 ini
membuat masyarakat Gubuq Membem mengikuti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala
Besar (PSBB) yang diajurkan pemerintah,
yang menjadikan pembatasan aktivitas masyarakat desa, termasuk aktivitas
ekonomi, aktivitas pendidikan, dan aktivitas sosial masyarakat Gubuq Membem.
Pandemi Covid-19 berdampak pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat Gubuq Lembem, khususnya masyarakat rentan dan miskin. Oleh sebab itu, masyarakat Gubuq Lembem berantusias untuk mengikuti vaksinasi guna menurunkan penyebaran covid-19 , baik di tingkat pusat maupun daerah, serta mengikuti kebijakan pemerintah untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 serta kebijakan kebijakan yang bersifat penanggulangan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi.
E. Simpulan
Adanya
pandemi Covid-19 membuat tatanan kehidupan masarakat Desa Gubuq Membem
mengalamai perubahan yang cukup signifikan. Perubahan yang paling banyak adalah
yang terjadi pada sektor Ekonomi, dimana banyak para masyarakat Gubuq Membem
yang berprofesi sebagai pengusaha toko klotong mengalami penurunan omset.
Kehidupan sosial masyarakat Gubuq Membem
juga mengalami perubahan setelah terjadinya Covid-19.
Adanya pembatasan aktivitas berkerumun
yang diberlakukan pemerintah, membuat masyarakat Gubuq Membem mengikuti
protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, memakai hand sanitizer, serta
memakai masker.

Komentar
Posting Komentar