PENGEMBANGAN PANGAN DOMPU
GUNA MENJADI PRODUK PANGAN LOKAL
BERDAYA SAING NASIONAL
Pangan lokal merupakan pangan yang diproduksi dan dikembangkan sesuai dengan potensi dan sumber daya wilayah dan budaya setempat. Baik itu berasal dari sumber daya hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan. Baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan dan minuman untuk konsumsi manusia. Pangan bukan hanya sebagai sumber karbohidrat, tapi segala sesuatu yang dapat dikomsumsi oleh masyarakat setempat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal.
Dompu adalah sebuah kabupaten di Nusa Tenggara
Barat dengan wilayah yang cukup luas dan terletak di
Pulau Sumbawa. Iklim di Kabupaten Dompu termasuk
daerah yang beriklim tropis dengan musim hujan rata-rata
bulan Oktober sampai April setiap tahun. Persediaan
air nya pun cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan kebutuhan pengairan bagi daerah pertanian. Pangan yang dimiliki di Kabupaten Dompu juga bermacam-macam dan memiliki kekhasan antar wilayah. Potensi pangan tersebut merupakan aset daerah yang mutlak bisa dimanfaatkan dan dikembangkan untuk kemakmuran rakyatnya.
Lantas bagaimana memanfaatkan aset pangan tersebut guna menjadi produk pangan lokal yang berdaya saing nasional, untuk kemakmuran masyarakat ? Jawabannya tidak lain adalah dengan mengoptimalkan dan mengembangkan sumber daya alam dan pangan yang ada di Kabupaten Dompu. Baik yang ada di perairan maupun daratan untuk dijadikan sumber penghasil produk dan pangan, baik itu hewani maupun nabati. Melalui perkebunan, pertanian, peternakan, maupun perikanan. Potensi sumber daya alam tersebut merupakan peluang yang dimiliki Kabupaten Dompu untuk memperkokoh roda perekonomian. Dengan kokohnya suatu daerah di bidang perekonomian,tentu akan berdampak positif bagi bidang-bidang lainnya, seperti politik, sosial budaya, kesehatan, dan pendidikan.
Dengan demikian daerah tersebut akan menjadi suatu daerah yang mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya. Dari potensi yang dimiliki, salah satu program dan kebijakan untuk menyejahterakan rakyatnya yaitu 4P (Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan). 4P yakni program yang bergerak di bidang ekonomi dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan sumber daya pangan yang dimiliki oleh daerah tersebut. Pengembangan dan Pengoptimalisasian sumber daya haruslah diiringi langkah dan perhatian pemerintah mengambil kebijakan 4P, beberapa manfaat pun akan datang. Di antaranya yakni membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas. Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya yang ada di sekitar wilayah Dompu dan merupakan kebijakan pemimpin yang mampu meningkatkan kesejahteraan karena mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Masyarakat Dompu tidak perlu lagi transmigrasi atau urbanisasi dengan alasan tidak tersedianya mata pencaharian hidup yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Apalagi pekerjaan yang diadakan oleh kebijakan pemerintah bukan merupakan lapangan pekerjaan baru yang harus mengeluarkan modal besar karena mendatangkan bahan dan peralatan baru tetapi fokus berusaha memaksimalkan sesuatu yang sudah ada di daerah tersebut sebelumnya. Yaitu dengan mamksimalkan dan mengembangkan hasil pangan yang ada di wilayah Dompu. Bawang Merah di Kecamatan Kilo, Jagung Lanci yang berada di Kecamatan Manggelewa, Rumput Laut di kecamatan Hu’u dan masih banyak lagi komidi lainnya yang tersebar hampir di seluruh wilayah Dompu.
Dompu saat ini merupakan wilayah yang masih cukup asri. Dan keberadaannya mulai di akui karena menyimpan banyak potensi dan pangan-pangan lokal yang dapat terus dikembangkan dan dioptimalkan. Pemanfaatan potensi di kabupaten Dompu selaras dengan 4P, yaitu dengan potensi geografis yang dimiliki oleh Kabupaten Dompu. Hal yang ditekankan di sini adalah mengembangkan sektor pangan sehingga menghasilkan produk pangan yang memiliki daya saing nasional, sehingga membuka lapangan pekerjaan dan turut menjaga kearifan lokal dan keseimbangan alam yang ada di Kabupaten Dompu. Manfaat selanjutnya dari pengembangan pangan Dompu yakni dengan lahan yang luas, proses produksi di empat bidang tersebut akan membantu menjaga ketersedian pangan nasional. Dengan tersedianya kebutuhan pangan, meminimalisasi fenomena yang terjadi di tingkat provinsi bahkan Indonesia, negeri yang kaya akan sumber daya alam, negeri yang tanahnya subur nan luas. Tetapi, sayang sekali karena masih banyak kebutuhan pangan yang didapatkan dengan cara impor dari negara lain,dan bukan memproduksi sendiri. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementan 2011-2018. Impor Jagung di Indonesia mengalami peningkatan dari 714Ribu Ton menjadi 1,09Juta Ton. Yang bila dihitung mengalami kenaikan kurang lebih 300Rb Ton dalam kurun waktu satu tahun.
Hal ini tentu dapat diatasi bersama-sama dengan mengoptimalkan pangan yang ada di tiap daerah di Indonesia khusunya Jagung, termasuk di Kabupaten Dompu. Dengan memanfaatkan aset berupa sumber daya alam dan pangan yang tersedia, akan membantu mengantisipasi fenomena-fenomena bahan pangan yang melonjak tinggi. Seperti mahalnya harga beras, harga cabai, harga daging, dan harga kebutuhan pangan lainnya atau bahkan dalam keadaan kelangkaan atau ketidaktersediaan bahan pangan. Sektor industri bidang perkebunan, pertanian, peternakan, dan perikanan akan menopang serta memperkuat perekoniman. Dengan perekonomian yang baik, maka akan berdampak positif untuk bidang-bidang lainnya seperti politik, sosial, budaya, kesehatan, dan pendidikan.
Namun, dengan banyaknya potensi yang dimiliki Dompu beserta kemanfaatannya, mengoptimalkan peluang tidaklah terlepas dari tantangan-tantangan yang dihadapi. Tantangan yang pertama adalah sumber daya manusianya. Dengan banyaknya penduduk yang ada di Kabupaten Dompu, pemerintah daerah harus bisa menggerakan masyarakatnya sebagai pelaku di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, maupun perikanan. Baik untuk menjadi tenaga ahli atau pekerja dan menggerakkan sektor pangan guna Memajukan Ketahanan Pangan saat ini,khusunya di Era New Normal. Karena selain sebagai tantangan, sumber daya manusia di Dompu juga merupakan potensi yang dimiliki daerah.
Untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan dari sumber daya manusianya tersendiri, salah satunya pemerintah harus memperhatikan peran pemudanya. Agar mereka turut membangun daerahnya. Salah satunya dengan memedulikan kualitas pendidikan. Sangatlah gawat apabila pemerintah lengah dalam hal ini karena akan terjadi ‘kecolongan’ yang mengakibatkan pemuda sebagai generasi penerus hanya menjadi seorang plagiat, tidak kreatif, miskin inovasi, dan kurang mandiri. Dengan pembinaan yang baik diharapkan putra-putri daerah yang ada di Dompu memiliki keahlian-keahlian di berbagai bidang yang berguna dalam membangun daerah dan bisa memanfaatkan dan mengembangkan produk pangaan lokal yang ada di Kabupaten Dompu.
Selain pemuda, masyarakat pada umumnya juga harus diberikan bekal keterampilan dan kemandirian. Keterampilan yang harus mereka kuasai dalam hal ini adalah kemampuan mereka dalam mengolah sumber daya yang ada di sekitar mereka. Misalkan mereka adalah petani. Pemerintah bisa mendatangkan seorang ahli pertanian untuk menularkan ilmunya tentang bagaimana pertanian yang baik dan benar untuk mengolah Sumber Daya yang tersedia,sehingga menghasilkan Produk Pangan yang dapat dimanfaatkan dan berdasa saing yang tinggi. Begitu juga dengan mereka yang nelayan atau peternak.Sebagai contoh adalah penyediaan bibit unggul, pupuk, alat pertanian, dan lain sebagainya yang sekiranya mampu mempermudah proses produksi mereka. Dengan bekal tersebut mereka juga turut berkontribusi bagi daerahnya.Hal itu juga dapat mengurangi pengangguran dengan berbagai alasan klasik seperti keterbatasan keterampilan, ketidaktersediaan sarana, dan minimnya lapangan pekerjaan.
Pemerintah selaku pihak yang menentukan dan menjalankan kebijakan guna mewujudkan kesejahteraan rakyat, jelaslah harus memerhatikan dan melihat potensi yang dimiliki daerahnya. Tidak hanya condong ke potensi sumber daya alamnya, ataupun sebaliknya, tetapi juga harus memerhatikan keduanya. Selain itu mempertimbangan keserasian alam untuk mewujudkan lingkungan hidup yang tetap terjaga. Keselarasan sumber daya alam, sumber daya manusia, lingkungan dan segala aspek penting menjadikan segala pengembangan dan pengoptimalan produk pangan lokal daerah, dipastikan bisa memberi senyum kebahagiaan tanda kemajuan dan kesejahteraan rakyat.
Apalagi, semenjak adanya pandemi yang mengakibatkan perekonomian terganggu. Pemerintah daerah dan masyarakat hendaknya bisa memutar otak untuk terus mengembangkan pangan dan sumber daya yang tersedia. Salah satunya,yaitu dengan membuat program pelatihan online untuk masyarakat dan memberikan ilmuserta wawasan untuk terus melakukan inovasi dan pengembangan terhadap pangan yang ada. Misalnya, pangan dari Jagung yang dapat diolah menjadi Beras Jagung. Tentunya produk pangan tersebut memiliki Karbohidrat yang cukup tinggi. Yang nantinya, hasil dari produk pangan lokal tersebut dapat bersaing dengan produk pangan lokal dari daerah lain.
Oleh karena itu, diharapkan adanya dari kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat tercipta sebuah roda kerja sama yang terus berjalan dan berkembang, untuk bersama mengembangkaan dan mengoptimalkan pangan yang ada di Kabupaaten Dompu guna menjadi produk pangan lokal yang berdaya saing nasional.Yaitu dengan bekal keterampilan dan kemandirian yang telah diberikan. Dengan cara itu, Produk pangan lokal di Dompu akan terus berkembang serta berdaya saing nasional dan dapat membantu memajukan ketahanan pangan di era new normal.
Daftar Pustaka
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Dompu
https://www.google.com/amp/s/nasional.tempo.co/amp/815113/luhut-bima-dan-dompu-berpotensi-jadi-lumbung-pangan
https://pontas.id/2018/11/06/impor-jagung-2018-amran-salahkan-perusahaan-besar-tak-impor-gandum/
Komentar
Posting Komentar